Minggu, 10 Maret 2019

Kehidupan baru baru saja dimulai 
di bulan Maret...

Kehidupan saat ini membawaku pada satu stage yang baru, working life..
Betapa aku ingat rasa senang dan perasaan sumringah saat itu, hitungan hari menanti kelulusan dari salah satu kampus terbaik negeri ini. Perasaan yang penasaran nan bersemangat ingin merasakan tingkatan baru itu di usia yang akan genap 23 tahun ini.

Aku mengenal diriku sebagai orang yang begitu postivite thinking, selalu terlihat bahagia kata mereka. Dan benar saja, aku menyukai aku versi itu. Selalu bersemangat, tanpa takut akan pikiran-pikiran masa depan yang seringkali dibuat-buat "menyeramkan" oleh pikiran manusia. Aku menjalani hidup dan hari-hari dengan mengalir begitu saja.
Hingga tiba saatnya, my very first working life begin..
Aku mulai merasa "kehilangan" diriku yang sesungguhnya..
Ternyata tidak mudah memahami hal apa yang harus dilakukan di tempat kerja pertama itu.
Keyakinanku akan hidup itu indah dan hanya perlu dijalani bersama Tuhan yang selalu ada di sampingku, mulai runtuh. Akibat terbelenggu akan pesismisme terhadap diri sendiri yang masih kesulitan memahami hal-hal baru. Puncak dari ketidaksabaran dalam proses memahami hal baru.


Mungkin sebagian orang sudah terbiasa ada pada posisi ini, orang-orang yang ketakutan akibat pemikirannya sendiri, akan apa yang terjadi bila melakukan A atau B, tidak melakukan A atau B dengan semestinya, berpaku pada pikiran akan hasil, bukan proses. Dalam kitab suci pun aku pernah membaca ayat yang mengungkapkan, "Jangan terbelenggu pada pikiran akan hasil, hanya berbuat yang baik sesuai Dharma, berusaha".

Maka hari ini aku kukuhkan lagi diriku yang sesungguhnya, bahwa kehidupan ini hanya perlu dijalani dengan usaha di jalan Dharma, usaha atas apa pun itu, termasuk memahami hal baru. Hasilnya biarlah Tuhan yang menetapkan. Karena akhirnya semua akan mendapatkan porsinya masing-masing dengan cukup, tidak kurang tidak lebih, dengan adanya rasa syukur di dalam hati ini.


Sekiranya ini petikan lagu Nosstress - Pegang Tanganku yang kurasa dapat mewakili perasaanku saat ini, untuk berhenti sejenak, merenung dan bersyukur atas segalanya yang t'lah Tuhan porsikan untukku hingga saat ini 😉

"Pegang tangan ku
Hentikan tawamu sejenak
Sudah terlalu banyak tuk senang
Sudah saatnya merenung..
dan bersyukur"



"Indah itu tak selalu ada
Senang itu sementara
Jika senang jangan terlalu
Jika sedih jangan terlalu"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar